Rumah Pohon Belajar

tempat berpikir terbuka menyajikan wacana

Berbagi, Kesuksesan Tanpa Batas


It is literally true that you can succeed best and quickest by helping others to be happy.”

~  Napoleon Hill  ~

Sudah lama saya tidak bertemu laki-laki itu.

“Ayo Pan! Disruput1 kopine” suara laki-laki itu masih terngiang hingga sekarang.

“Iya pak, terima kasih”. Jawabku pelan.

“ayo makan dulu seadanya! Wes ta lah2”.

Kembali dengan penuh kesungguhan meminta kami untuk makan malam di rumah sederhananya itu. Sudah tidak terhitung berapa kali laki-laki itu memepersilahkan anak-anak pesantren mahasiswa yang bertamu di rumahnya untuk selalu makan atau sekedar minum kopi.

Dengan ditemani kedua temanku, kami menyantap makan malam itu dengan menu sayur lodeh, ikan asin, tempe goreng dan sambal terasi yang maknyus. Luar biasa nikmatnya, Alhamdulillah. Sambil menikmati makanan saya ngobrol dengan laki-laki itu.

“Pak, Bapak kok punya kebiasaan setiap ada tamu dipersilahkan makan?”. Tanyaku penasaran.

“halah, makan apa tho pan. Lha wong cuma kalau kebetulan ada saja, kalo tidak ada ya tidak mungkin bapak persilahkan tho…!” Jawabnya Merendah.

Padahal setiap ada tamu pasti dipersilahkan makan, walaupun di antara tamu-tamunya ada yang bersedia ada, yang tidak. Yang membuat saya penasaran adalah latar belakang beliau yang boleh dikatakan tidak kaya, ditambah lagi dengan jumlah anggota keluarganya yang banyak, tetapi sungguh kluar biasa karena memiliki kebiasaan memberi seperti itu. Sekilas, memang sangat tampak tidak mungkin jika hal tersebut dapat dilakukannya.

“Mengapa Bapak biasa mempersilahkan para tamu untuk makan?”. Tanyaku pada laki-laki itu.

“Ya inilah yang saya punya dan bisa saya lakukan Pan. Ngaji pun tidak bisa, mau shodaqoh juga tidak punya materi berlebih, mau mengajar tidak punya ilmu. Saya hanya bisa menyambut tamu dan mempersilahkan makan seadanya”. Jawab laki-laki itu ringan.

Subhanalloh, saya  hanya bisa diam sambil menahan malu untuk kesekian kalinya saya kalah telak. Saya merasa tidak ada apa-apanya dibandingkan laki-laki itu. Bayangkan saya, saya dengan uang saku cukup bahkan bisa dikatakan berlebih, belum lagi sedikit kerja sampingan di waktu senggang kuliah, saya masih susah untuk menyisihkan sedikit rizki untuk infaq dan shodaqoh.

Dan yang paling menarik dari obrolan itu adalah kemauan dari laki-laki itu untuk memberi dan membantu orang lain. Saya lebih suka mengatakan memberi dan berbagi adalah tidak ada hubungan yang nyata dengan banyaknya rizki atau harta yang dimiliki, tetapi memberi dan berbagi adalah kemauan diri kita untuk membagi apa yang kita miliki. Konsepnya adalah tidak perlu menunggu berlebih untuk memberi dan berbagi. Beri dan bagilah apa yang kita miliki walaupun sedikit. Lebih dari itu, memberi adalah sebuah kesuksesan yang patut untuk diapresiasi. Bukankah kesuksesan sejati adalah ketika kita mampu membuat orang lain bahagia?

Siapa laki-laki itu? Dia tak lain adalah tukang becak yang biasa mangkal dan sholat jama’ah di masjid pesantren. Setiap kali saya mendapatkan rizki saya selalu teringat laki-laki itu. Dan saya akan teringat selalu padanya. Selalu…..

*****

Setiap orang punya definisi sukses versi mereka sendiri. Dan bagi saya, sukses adalah ketika seseorang dapat keluar dari zona nyaman dan berusaha untuk mencoba menjadi lebih baik. Jika itu tolak ukurnya maka Anda akan melihat banyak kesuksesan yang anda capai selama ini. Bukankah sukses besar tidak mungkin tercapai tanpa ada serentetan sukses-sukses kecil? Sehingga seorang opurtunis bahkan menganggap kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda, yang lebih ekstrim mereka berpendapat kegagalan adalah ‘kesuksesan’ untuk menikmati kegagalan.

Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, “Biarlah kita sekarang susah, asal nanti kita sukses“. Hal ini jelas bukan sukses dan tidak akan sukses karena tidak pernah melihat kesuksesan yang pernah didapatkan selama ini. Saya bertanya, di mana anak tangganya? Bukankah untuk meraih kesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang? Kalau kemarin Anda baru bisa membantu satu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisa membantu lebih banyak lagi, maka Andalah orang sukses itu. Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup Anda.

Ada pepatah yang mengatakan, “Sukses akan melahirkan sukses yang lain.” Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kita semakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka akan sangat mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan dan melangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percayalah, dengan sederetan sukses yang kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang jauh lebih besar akan menjemput Anda.

*****
1Disruput               :diminum dengan dirasakan (bahasa jawa)

2Wes ta lah            : sudah lah (bahasa jawa)

Gambar diunduh dari http://ngerumpi.com/baca/2010/03/26/sekedar-berbagi-rasa.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: