Rumah Pohon Belajar

tempat berpikir terbuka menyajikan wacana

Tepi Jaman


Adalah seorang ahli ilmu pengetahuan, Dr. Marsaglia. Beliau adalah seorang pakar bilangan random terkenal di abad ini. Selama lebih dari 50 tahun beliau meneliti bilangan random. Di akhir penelitiannya tersebut sampailah beliau pada suatu kesimpulan bahwa tidak ada satu pun sesuatu yang random pada dunia ini.

Dalam penelitiannya itu, beliau menemukan suatu hal yang istimewa. Sesuatu yang random pada dimensi satu, jika diputar pada dimensi dua, maka ia akan menunjukkan suatu pola yang teratur. Sesuatu yang random pada dimensi dua, jika diputar pada dimensi tiga, maka ia akan menunjukkan suatu pola yang teratur. Begitulah seterusnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kerandoman yang terjadi pada suatu dimensi, akan menjadi tidak random lagi pada dimensi diatasnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita dihadapkan pada hal-hal yang random, dimana kita tak mengetahui kapan dan dimanakah hal itu akan terjadi. Pernah suatu ketika seorang ibu melepaskan putranya yang akan bepergian sambil berpesan, “Nak, jika engkau naik kendaraan, pilihlah tempat duduk yang di tengah.” Mungkin maksud si ibu adalah agar sang anak berada pada tempat yang paling aman. Di tengah perjalanan kendaraan yang ditumpangi sang anak mengalami kecelakaan. Semua penumpangnya selamat kecuali sang anak!

Begitulah kehidupan kita yang hadapi. Banyak hal yang akan terjadi, baik yang baik maupun yang buruk, pada diri kita. Dalam kehidupan ini, kita terpaksa dihadapkan hal-hal yang sifatnya random dan tak menentu. Mau tidak mau, kita harus berhadapan hal-hal yang kita tak tahu. Suka tidak suka, hal-hal itu akan terjadi dan pasti terjadi pada diri kita. Lalu apakah yang kita perbuat?. Haruskah kita mengurung diri, susah, sedih, meratap, resah dan gelisah?

Sebagai hamba Allah, pengikut Rasulullah SAW dan umat Islam, kita diberikan pegangan dan senjata untuk menghadapi kesemuanya. Ketika kita mengikrarkan keimanan kita, kita diwajibkan meyakini dengan sebenar-benarnya rukun iman. Kita wajib menyakini bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini tidak lepas daripada ketentuan Allah. Oleh karenanya, salah satu dari rukun iman yang enam tersebut mewajibkan kita mempercayai ketentuan-ketentuan Allah yang terjadi pada diri kita, baik ketentuan yang baik bagi kita, ataupun ketentuan yang bersifat musibah dan cobaan.

Lebih dari itu, sebagai hamba Allah yang tiada daya dan upaya, kita wajib menyakini bahwa apapun ketentuan Allah yang akan terjadi pada diri kita, baik yang bernilai kenikmatan maupun bersifat musibah dan cobaan, nantinya adalah merupakan sesuatu yang baik bagi kita. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an,

“Katakanlah, ’Tidaklah akan menimpa kami kecuali apa-apa yang Allah sudah menetapkan (kebaikan) kepada kami’ “ (QS. At-Taubah: 51)

Kenapa kita harus menyakini bahwa semua ketentuan Allah yang terjadi pada diri kita adalah mempunyai konteks positif?. Kembali kepada hasil penelitian Dr. Marsaglia bahwa kerandoman yang terjadi pada suatu dimensi, akan menjadi tidak random lagi pada dimensi diatasnya. Lalu bagaimanakah nilai suatu kerandoman itu jika yang melihatnya adalah sang pencipta dimensi, yaitu Allah Azza wa Jalla. Saya dan anda pasti akan berkata, “Tentunya hal itu bukan merupakan kerandoman lagi.”

Kalau Allah saja, sang pencipta dimensi, mengatakan bahwa semua yang akan terjadi pada diri kita adalah merupakan kebaikan bagi kita, adakah kita tak mau mempercayainya dan menyakininya?

Namun, menyakini saja ketentuan Allah tentu saja tidak cukup. Sikap pasif dengan menunggu ketentuan-ketentuan Allah yang akan terjadi pada diri kita bukanlah sikap yang bijak. Allah masih menyuruh kita untuk mempersembahkan kepada dunia ini yang terbaik sesuai ridho-Nya. Allah pun berfirman,

“(Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian manakah di antara kalian yang terbaik amalannya” (QS. Al-Mulk: 2)

Selain itu, Allah membekali kita, orang yang beriman kepada-Nya, dengan suatu senjata untuk menghadapi dunia ini, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya,

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu” (QS. Al-Ghafir: 60)

Rasulullah SAW pun bersabda,

“Doa adalah senjatanya orang yang beriman”

Mungkin di antara kita ada yang bertanya, “Kalau ketentuan-ketentuan Allah adalah pasti akan terjadi dan bersifat tetap, kenapa kita disuruh berdoa?. Sedangkan tanpa berdoa pun, ketentuan-ketentuan itu akan pasti terjadi pada diri kita.” Kalau pertanyaan ini anda ajukan kepada saya, saya hanya bisa menjawabnya dengan, “Ketentuan-ketentuan Allah bersifat ‘tetap’ pada makhluk-Nya, tetapi tidak bagi sang pencipta ketentuan-ketentuan itu sendiri.” Allah-lah yang menciptakan ketentuan-ketentuan pada diri kita dan Allah-lah yang menyuruh kita berdoa. Allah berhak menerima doa-doa kita ataupun menolaknya, dan Allah jualah yang berhak menciptakan ketentuan-ketentuan pada diri kita ataupun merubahnya.

“Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan pada Dia-lah catatan-catatan ketentuan itu” (QS. Ar-Rad: 39)

Menarik sekali apa yang dikatakan oleh suatu syair,

“Apa-apa yang telah berlalu (dari musibah-musibah), itu sudah sirna,
dan apa-apa yang diangan-angankan (dari kebahagiaan), itu masih tidak nyata.
Tugasmu saat ini adalah menghadapi apa-apa yang ada di hadapanmu”

Ya…memikirkan musibah-musibah yang telah menimpa kita merupakan suatu perbuatan yang sia-sia. Memikirkan angan-angan ibarat memikirkan hal yang imajiner karena bisa jadi Allah menentukan hal yang lain kepada kita. Yang terbaik yang harus kita lakukan adalah menghadapi apa-apa yang ada di hadapan kita,

berusaha melakukan sebaik-baiknya…
berdoa kepada sang pencipta ketentuan…
menyerahkan semuanya kepada-Nya…
dan meyakini apapun yang telah ditentukan
kepada diri kita adalah hal yang terbaik bagi diri kita,
apapun bentuk dan hasilnya…

Wallahul mu’in wa Huwal mufawwiq ilaa aqwamith thoriq…

gambar diunduh dari
http://mathworld.wolfram.com/images/eps-gif/RandomWalk2DLattice_1000.gifRandomWalk2DLattice_1000

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: