Rumah Pohon Belajar

tempat berpikir terbuka menyajikan wacana

Belajar Berbagi ala Firman


pengemis-di-tol-plaza-indonesiabuat Firman, kawan belajar sekaligus guru dalam kehidupanku

Sore itu di perumahan Masjid besar Al Ikhlas Jalan Raya Langsep Malang. Dengan diiringi suara murottal al ghomidi yang menyejukkan seperti biasa kami belajar bersama sambil menunuggu waktu berbuka tiba.

“Gimana fir kabarnya, baik-baik saja kan?” tanyaku

“Alhamdulillah baik mas”

 

“Gimana dengan rencana kamu mengadakan buka bersama di sekolahmu?”

“insya Alloh mas, hari minggu besok” jawabnya spontan merendah “do’akan semuanya lancar tidak ada suatu halangan mas”

“Amii……nn” kataku mendo’akanya

“trus tempatnya di mana? Jadi di sekolah ta?”

“nggak mas, karena tujuanya mau berbagi maka tempatnya saya pindahkan di panti asuhan di daerah mburing GOR Ken Arok” jawabnya antusias

“wah bagus itu” sahutku dengan nada mendukung

Tiba-tiba seperti biasa Bu Yayuk ibunya Firman menghampiri kami dengan membawa sajian berbuka puasa dengan senyuman khas wanita sumbawa

“mas alvan, gimana kabarnya?” dengan sapaan ramah

“Alhamdulillah baik bu”

“fir, gimana jadi pesen peci berapa buat acara buka bersama itu? Tanya Bu Yayuk

“belum tahu ma, kemarin masih didata berapa jumlah anak yatim di panti itu”

“trus uangnya gimana?”

“uang sakuku bulan ini ma, buat mbayarin pecinya. Firman siap kok nggak dapat uang saku” Jawab firman enteng “kalo masih kurang ya, tolong mama tambahin itung-itung infaq dari mama he he”

“kamu ini bisa ja, ok dech pokoknya beres” dengan suara khas bu yayuk “mari mas alvan, saya permisi dulu”

Subhanalloh!

Seorang anak kelas 2 SMA sudah mempunyai kemauan (himmah) untuk memberi dan berbagi dengan sesama. Walaupun dengan cara menyisihkan uang jajannya sendiri. Saya penasaran kemudian bertanya.

“kuperhatikan kamu selama ini, kamu suka memberi dan berbagi dari uang jajan kamu sendiri?”

 

Ia hanya tersenyum, satu hal yang selalu kusaksikan di wajahnya setiap kali.

“Kenapa kamu lakukan itu, Fir?” tanyaku memancing.

Kembali ia tersenyum. Tapi tak menjawab.

“Banyak orang yang beranggapan bahwa memberi atau berbagi itu ditunaikan jika kita sudah berkecukupan atau mempunyai rejeki lebih“ kataku mengutip pendapat beberapa orang yang pernah kutemui.

 

Firman masih saja tersenyum. Sambil menundukan wajahnya.

“Kalau boleh tahu, apa yang membuatmu selalu mempunyai rasa ingin memberi dan berbagi?”

“Ah, nggak juga kok, mas,” jawabnya spontan merendah. “Kadang pas nggak ada ya saya nggak memberi mereka.”

“Bahkan tak jarang, kamu sampai rela tidak jajan di sekolah”

Ia hanya menengok padaku sesaat dan tersenyum lagi.

“Kenapa, Fir?”

Ia tersenyum lagi. Tapi kemudian membuka mulutnya. “Yah, mumpung masih bisa memberi, mas.”

Adzan maghrib pun berkumandang. Dan jawaban Firman, temanku sejak dua tahun lalu di kota dingin Malang, mengingatkan pada Rasul yang agung yang tidak pernah tidak memberi pada orang yang meminta pada beliau. Bahkan kadang dengan berhutang!

Mumpung masih bisa memberi. Begitu simple…walaupun hanya dengan sekeping atau dua keping logam yang tak banyak. Akan tetapi kalau dilakukan terus menerus pasti akan menjadi banyak. Bukankah Rosul kita mengajarkan bahwa sebai-baik amal adalah yang dilakukan terus-menerus (istiqomah) walaupun sedikit?

Barulah kusadari bahwa belajar berbagi dan memberi tidak ada korelasinya dengan kaya kah ataupun miskinkah kita, sedang berlebih kah atau sedang kekurangan kah kita. Akan tetapi berbagi dan memberi bersumber pada hati dan kemauan kita.

Amboi! Sudah berapa ratus orang yang bisa “tersenyum dan tertawa” dari uluran tangan Firman! Subhanallah! Ya Alloh Betapa yang remeh itu ternyata tidaklah sesederhana yang bisa kita bayangkan. Sesuatu yang kecil itu, mungkin di sisi Allah SWT sungguhlah besar artinya. Apalagi jika ia dibarengi dengan ikhlas dan ittiba’ sunnah.

terinspirasi dari guru maya saya Ustadz Bahtiar HS
gambar diambil dari http://www.hazaldn.com/wp-content/uploads/2009/02/pengemis-di-tol-plaza-indonesia.jpg

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: